Ada Cinta yang Tumbuh Kembali di Balik Makna Motif Batik Truntum

Kain batik menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO, yaitu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi atau Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Batik dipercaya berasal dari bahasa Jawa yaitu hamba dan titik yang bermakna menulis dalam titik. Meski batik lebih dikenal di Jawa, namun kreasi batik ini juga tersebar hingga ke seluruh penjuru nusantara dengan berbagai motif dan makna. Salah satu jenis batik yang populer adalah batik truntum. Apa makna motif batik truntum ini?

Ada Cinta yang Tumbuh Kembali di Balik Makna Motif Batik Truntum


Apa itu batik truntum?

Batik truntum adalah salah satu motif batik yang banyak digunakan untuk acara pernikahan atau siraman. Nama batik ini diambil dari kata taruntum yang bermakna tumbuh atau bersemi kembali. Motif batik ini serupa dengan kuntum atau kembang di langit dengan bentuk yang serupa dengan kembang tunjang.


Batik truntum sering digunakan untuk pengantin Jawa dengan mengusung filosofi yang penting. Filosofi dibalik batik truntum ini adalah harapan akan kesetiaan dan hubungan yang harmonis. Tidak hanya untuk penganting, hubungan spiritual serupa juga digambarkan antara manusia dengan Tuhannya. Orang tua juga mengenakan batik truntum untuk acara pernikahan anak dengan harapan cinta kasih bersemi untuk kedua mempelai memasuki kehidupan baru.


Dengan filosofi tersebut, batik truntum menjadi salah satu batik dengan simbol cinta yang tulus abadi, tanpa syarat, dan semakin lama semakin subur. Selain hari pernikahan, batik truntum juga dikenakan saat acara siraman, tunangan, dan juga tujuh bulanan.


Baca juga: Mengenal Macam-Macam Batik dan Penjelasannya


Cerita dibalik penciptaan batik truntum

Dengan filosofi yang mendalam, batik truntum ini mempunyai sejarah yang panjang. Berawal pada abad ke-18, Gusti Kanjeng Ratu Kencana yang merupakan istri dari Sunan Pakubuwana III Surakarta Hadiningrat. GKR merasa sedih karena Sunan hendak mengangkat selir untuk mendapatkan keturunan. Untuk menghilangkan kesedihannya, sang ratu membuat batik dengan motif batik bintang yang kecil-kecil dengan tujuan agar tidak terlalu larut dengan rasa sedihnya.


Melihat sang ratu membuat batik dengan penuh sepenuh hati, sang raja lantas menyadari bila cinta sang ratu tulus. Sang raja merasakan cintanya bersemi lagi untuk sang ratu. Inilah awal sejarah batik truntum yang menjadi simbol cinta sejati sehingga banyak digunakan untuk acara pernikahan dan lamaran.


Baca juga: Batik‌ ‌dalam‌ ‌Adat‌ ‌Pernikahan‌ ‌Indonesia‌


Elemen batik truntum

Sama halnya dengan motif batik pada umumnya, batik truntum juga mempunyai elemen yang menjadi ciri khas. Elemen tersebut memberikan makna motif batik truntum. Berikut ini beberapa elemen penting pada batik truntum.

  • Bintang – bintang menjadi elemen dasar pada batik truntum yang menggambarkan kedekatan hamba pada Tuhan. Elemen ini membawa pesan agar orangtua mengingatkan mempelai bila saat berumah tangga mengalami pertengkaran sebaiknya diselesaikan dengan mendekatkan diri pada Tuhan, yaitu dengan hati yang lembut dan penuh wibawa.

  • Bunga tanjung – bunga tanjung mempunyai keharuman yang identik dengan perempuan yang berwibawa dan anggun. Sehingga bunga tanjung digunakan sebagai motif pusat dan dilengkapi dengan elemen yang lain. Bunga tanjung ini menjadi gambaran perasaan seorang istri (sang ratu) yang merasa sendiri dan kosong hati namun tetap berharap pada Tuhan untuk mendapatkan cinta suami kembali. Berdasarkan filosofi Jawa, kemanapun suami pergi maka ia akan tetap berlabuh pada istri pertama. Sama halnya dengan anggapan istri sah selalu lebih baik dari selingkuhan (selir) suami.

  • Garuda – garuda menjadi simbol penerangan bagi kehidupan manusia yang berwibawa dan mendapatkan banyak berkah. Elemen ini juga menggambarkan kejantanan laki-laki.

  • Belah ketupat – elemen belah ketupat menggambarkan sedulur papat lima pancer atau empat saudara yang ada dalam kandungan. Dalam adat Jawa juga disebut sebagai kakang kawah adi ari-ari. Motif belah ketupat ini menggambarkan bila semua usaha yang dilakukan manusia dijaga oleh saudara lahir.

Baca juga: Mengenal 7 Macam Motif Batik dan Filosofinya


Variasi batik truntum

Batik truntum mempunyai beberapa variasi berdasarkan empat elemen penting diatas. Setiap variasi batik mempunyai arti yang berbeda meski secara umum makna motif batik truntum tetap sama. Berikut ini beberapa variasi motif batik truntum yang bisa didapatkan di krajanbatik.com.

Variasi batik truntum

1. Batik truntum garuda

Motif batik truntum garuda mempunyai beberapa elemen seperti garuda, wahyu, kuncoro, sri kuncoro, dan sebagainya. Biasanya batik ini digunakan untuk prosesi atau upacara pernikahan dengan adat Jawa dan Solo. Batik truntum garuda dikenakan oleh orangtua mempelai dengan harapan untuk menuntuk dan mengarahkan mempelai memasuki kehidupan rumah tangga yang penuh lika-liku.


2. Batik truntum garuda sogan

Motif batik truntum garuda sogan merupakan motif yang diciptakan oleh Ratu Kuncoro, atau dikenal sebagai Ratu Beruk. Batik ini merupakan cikal bakal batik truntum yang ada sekarang dengan simbol cinta yang tulus dan abadi.


3. Batik truntum gurdho lawasan

Motif batik gurdho lawasan adalah salah satu turunan dari batik truntum garuda sogan. Motif batik ini membuat sang ratu mendapatkan kembali cinta dan perhatian sang raja. Sehingga menjadi lambang cinta yang bersemi kembali.


4. Batik truntum sogan lengko

Batik truntum sogan lengko menggambarkan kehidupan yang manis saat berumah tangga dimana setiap pasangan pasti merasakan rasa senang, susah, kaya, miskin, terang, gelap, dan sebagainya. Dilihat dari pola desain tulis, motif batik ini menggunakan elemen bunga dan bintang yang dihiasi dengan motif belah ketupat.


5. Batik truntum lawasan kombinasi

Motif batik truntum lawasan kombinasi mempunyai latar dasar berwarna hitam dengan elemen bunga tanjung yang bertebaran. Bila dilihat seksama akan terlihat seperti bintang yang bertaburan pada malam hari. Motif ini melambangakn cinta yang tumbuh kembali dan berhubungan erat dengan cinta suami istri.


6. Batik truntum sri kuncoro

Batik truntum sri kuncoro biasa digunakan orangtua pada acara midodareni dan juga panggih saat pernikahan. Orangtua yang mengenakan batik truntum diacara pernikahan anak memberikan harapan agar rumah tangga menjadi sakinah, mawadah, dan warahmah serta langgeng dan jauh dari pertengkaran. Orangtua berharap rumah tangga anak bisa langgeng dan tidak ada perceraian diantara keduanya.


7. Batik truntum kuncoro

Batik truntum kuncoro menggambarkan kehidupan manusia yang disimbolkan melalui ornament sulur merambat dari pohon hayat. Pohon tesebut menjadi simbol pohon yang ada di surga dan menjadi asal semua konstruksi kehidupan manusia. Makna motif batik truntum adalah harapan orang tua agar perjalanan rumah tangga anak setelah menikah dipenuhi dengan rasa kasih sayang dan cinta kasih hingga menggapai kesempurnaan atau titik kuncoro.


Batik tidak sekedar kain dengan motif unik. Ada makna dan sejarah yang panjang dari penciptaan sebuah motif batik. Seperti makna motif batik truntum yang menggambarkan cinta yang bersemi kembali dan menjadi abadi. Batik truntum ini dikenakan untuk acara pernikahan dan hari bahagia karena mempunyai makna filosofi yang dalam.

10 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua