Yuk, Ketahui Makna dan Variasi Batik 3 Negeri di Sini!

Dibanding dengan batik dari daerah lain, nama batik 3 negeri memang seperti kurang populer. Padahal bagi pengamat dan pecinta batik, jenis batik ini mempunyai makna yang mendalam dan motif yang unik. Batik tiga negeri menjadi salah satu batik yang menggambarkan tiga kebudayaan sekaligus. Ada proses panjang yang harus dilalui dalam pembuatan batik tersebut hingga menampilkan motif dan warna batik yang indah. Berikut ini penjelasan makna dan variasi batik 3 negeri.

Yuk, Ketahui Makna dan Variasi Batik 3 Negeri di Sini!
Sumber: kompas.com

Apa itu batik 3 negeri?

Batik 3 negeri merupakan batik yang berasal dari zaman kolonial Belanda. Batik ini merupakan perpaduan dari batik yang ada di tiga daerah yaitu Lasem, Solo, dan Pekalongan sehingga diberi nama batik tiga negeri. Salah satu keunikan batik ini adalah perpaduan motif batik dari tiga daerah tersebut sehingga menciptakan motif batik yang unik. Selain motif, proses pembuatan batik ini juga menarik perhatian karena setiap motif batik dari daerah yang digunakan pada batik tiga negeri ini juga dilakukan di daerah tersebut. Sehingga ada proses panjang dan rumit dalam penciptaanya.


Baca juga: Kenali Motif Batik Nusantara dan Perbedaan Setiap Jenisnya


Makna dan filosofi batik 3 negeri

Lebih dalam dari motif yang unik, batik ini merupakan hasil akulturasi dari tiga budaya besar yang sangat berpengaruh di Indonesia, yaitu budaya Jawa, Tionghoa, dan Belanda. Awal mula batik tiga negara ini berawal dari Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Barat pada abad ke 19 hingga awal abad ke 20. Kecamatan ini merupakan tempat persinggahan etnis Tionghoa yang datang dari pantai selatan. Namun sebelum itu, motif dan pola batik 3 negara sudah lebih dahulu diperkenalkan oleh Si Putri Campa pada abad ke-15.


Puncak kejayaan batik tiga negeri berada pada tahun 1860-an dan menjadi salah satu industri batik yang paling banyak dicari. Pada tahun tersebut banyak etnis Tionghoa mendirikan industri batik namun hanya sedikit yang bertahan hingga sekarang.


Berdasarkan sejarah, proses pewarnaan batik tiga negara ini harus dilakukan di daerah tersebut. Pencelupan warna merah dilakukan di Lasem untuk mendapatkan warna merah yang khas dari daerah tersebut. Sedangkan proses pencelupan warna biru dilakukan di Pekalongan dan warna cokelat soga di Solo. Setiap daerah tersebut mempunyai air dengan kadar mineral yang berbeda-beda sehingga mempunyai pengaruh dan efek terhadap proses pewarnaan batik.


Dipercaya bila proses tidak dilakukan demikian maka hasil kain batik tidak berwarna sesuai yang diharapkan. Dengan proses yang sedemikian panjang, tidak heran bila dibutuhkan setidaknya waktu tiga bulan untuk memproduksi batik tiga negara.


Baca juga: Motif-Motif Batik Nusantara Yang Paling Populer


Variasi motif batik 3 negeri

Batik tiga negara merupakan batik yang hanya digunakan untuk acara tertentu. Sebagai kain premium dengan harga mahal, batik ini hanya digunakan oleh orang kaya dan sosialita dari berbagai suku pada saat itu. Salah satu ciri batik tiga negeri adalah menggunakan tiga warna yang merupakan representasi dari tiga daerah tersebut. Warna merah getih pitik atau darah ayam merupakan cerminan dari tradisi Cina di Lasem, sedangkan warna biru indigo merupakan warna khas batik indo Belanda Pekalongan. Warna cokelat soga diambil dari batik Solo yang sarat filosofi dan makna. Seiring dengan perkembangan zaman, kemudian batik ini mendapatkan sentuhan warna hijau sebagai representasi agama Islam.


Motif yang digunakan pada batik ini adalah perpaduan antara budaya Cina, Jawa, dan Belanda dalam motif hong, tulip, bunga mawar, kupu-kupu, dan bunga peoni. Bahkan ada pula motif batik tiga negara yang bersanding dengan motif klasik dari batik Yogyakarta dan Surakarta seperti parang rusak dan kawung.


Warna merah berasal dari daerah Lasem yang menggunakan tanaman mengkudu, sedangkan warna biru dihasilkan dari tanaman dengan nama indigo yang dihasilkan di daerah Pekalongan. Sedangkan warna cokelat didapatkan dari tanaman soga yang ada di daerah Solo dan Surakarta. Warna yang sama digunakan untuk membuat warna cokelat pada batik khas Solo.


Meskipun kini batik 3 negeri sudah banyak menggunakan pewarna kimia, namun hasilnya tidak sebagus ketika menggunakan pewarna alami. Keaslian warna memang hanya didapat di daerah tersebut karena pengaruh geografis dan aspek lainnya.


Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Batik Malaysia dan Indonesia


Batik tiga negeri Tjoa

Batik tiga negeri Tjoa
Sumber: kompas.com

Dibeberapa daerah batik tiga negeri juga dikenal sebagai batik tiga negeri Tjoa. Nama Tjoa sendiri adalah pembuat, pemilik, dan pendesain batik yang terkenal pada tahun 1940. Saat itu ada dua nama yaitu Tjoa Tjoen Kiat dan Tjoa Tjoen Swie. Saking terkenalnya nama Tjoa ini mempunyai daya jual yang tinggi dan menjadi salah satu identitas batik tiga negeri. Batik tiga negeri Tjoa menjadi salah satu batik bergengsi untuk kalangan bangsawan pada saat itu.


Ada beberapa hal yang membedakan batik tiga negeri Tjoa dan batik tiga negeri biasa, yaitu pada mtif buket bunga dan burung hong yang hanya digunakan pada batik tiga negeri Tjoa. Selain motif, batik Tjoa ini juga menggunakan warna terang seperti hijau dan biru sebagai pembeda dengan batik tiga negeri lain. Batik tiga negeri Tjoa didominasi oleh motif cina seperti burung dan bunga yang tidak ada ditemukan di Indonesia. Selain itu, ciri khas lainnya adalah inisial kata ‘Tjoa’ pada setiap ujung batik motif tiga negeri.


Keluarga Tjoa ini juga mendirikan rumah batik yang memproduksi berbagai macam batik tiga negeri dengan kualitas premium. Sayangnya, seiring waktu kini rumah batik Tjoa sudah benar-benar berhenti berproduksi karena kekurangan tenaga ahli dan penerus. Sehingga batik 3 negeri Tjoa sudah tidak diproduksi lagi. Kalaupun ada yang menjual, harganya sudah sangat mahal dan langka serta hanya digunakan sebagai koleksi saja.


Dibanding dengan jenis batik asli yang lain, batik tiga negeri memang bukan yang berharga paling mahal. Namun kain batik menarik untuk dikoleksi karena harga sejarah pembuatan yang panjang dan unik. Kain batik 3 negeri mengusung tiga kebudayaan dari budaya Cina, Jawa, dan Belanda yang direpresentasikan dalam tiga warna berbeda. Selain itu, motif yang ada pada batik tiga negeri ini juga unik.


Mengingat proses pembuatan yang panjang dan sudah banyak rumah batik 3 negeri yang berhenti beroperasi, bisa diperkirakan kelestarian batik ini sedang terancam. Bisa saja suatu saat batik tiga negeri benar-benar punah dan sudah tidak diproduksi kembali. Maka Indonesia akan kehilangan satu motif batik yang unik.


Kamu bisa mendapatkan berbagai jenis kain batik termasuk batik 3 negeri di krajanbatik.com. Ada banyak pilihan warna dan motif batik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mulai batik untuk seragam, seserahan, pernikahan, dan sebagainya. Batik yang tersedia mempunyai kualitas yang tinggi sehingga mempunyai warna yang awet dan tidak mudah pudar seiring waktu. Lengkapi kebutuhan kain batikmu hanya di Krajan Batik.


4 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua