Mengenal 7 Macam Motif Batik dan Filosofinya

Di Indonesia, ada banyak sekali ragam motif batik dan filosofinya. Biasanya, hal ini ditentukan berdasarkan dari mana batik tersebut berasal, apa elemen dan desain di dalamnya, serta siapa yang boleh memakainya. Mengingat jaman dulu, ada beberapa jenis kain batik yang menjadi penanda status sosial dan hanya boleh digunakan untuk kalangan tertentu saja.


Seperti yang Anda semua ketahui, batik merupakan warisan budaya di Indonesia yang sangat terkenal. Bahkan beberapa artis papan atas yang sudah go international juga pernah menggunakan kain batik untuk ajang-ajang penghargaan sekelas Hollywood dan Grammy.


Namun tahukah Anda, batik ternyata bukan hanya kain hiasan tradisional saja. Setiap kain batik memiliki makna filosofis yang sangat dalam di baliknya.

Baca juga: Melihat penggunaan batik dalam kreasi modern

Macam-Macam Motif Batik dan Filosofinya

Untuk Anda yang masih menganggap setiap kain batik itu sama, berikut ini kami akan jelaskan apa saja ragam motif batik dan filosofinya.

Motif Batik dan Filosifinya

1. Motif Batik Keraton

Motif batik pertama sekaligus yang paling terkenal adalah batik keraton. Beberapa dari Anda yang sudah pernah jalan-jalan ke daerah Yogyakarta pasti sering melihat batik-batik keraton yang dipajang di sepanjang jalan, khususnya di jalan Malioboro.


Motif batik keraton ini bisa dibilang sangat tradisional. Biasanya, kain batik ini memiliki perpaduan warna yang cenderung gelap.


Filosofi di balik motif batik keraton adalah cerita mengenai kehidupan masyarakat daerah kesultanan di Yogyakarta pada jaman dulu. Daerah kesultanan yang dimaksud di sini termasuk juga dengan daerah Pura Mangkunegara, Pura Mangkualam, dan Kasuragan Surakarta.


Pada masa kesultanan di Yogyakarta, kain batik dengan motif ini hanya boleh digunakan untuk kalangan keluarga keraton.

2. Motif Batik Papua

Berikutnya ada motif batik dari Papua. Untuk motif batik dan filosofinya yang satu ini mungkin kurang terkenal di masyarakat Indonesia, bahkan tidak sedikit yang tidak tahu bahwa Papua memiliki motif batik sendiri.


Motif batik papua memiliki arti filosofis yang menceritakan tentang keindahan alam di Papua. Salah satunya adalah unsur burung cendrawasih yang sering disebut dengan "Si Burung Surga".


Batik papua ini sangat cocok untuk Anda yang suka pakaian dengan warna cerah. Karena hampir seluruh motifnya didominasi dengan warna kuning cerah dan latar belakang merah.

3. Motif Batik Cirebon

Batik cirebon juga merupakan salah satu motif batik dari Indonesia yang sangat terkenal. Anda mungkin bingung jika mendengar nama "Batik Cirebon", karena sebenarnya motif batik ini lebih dikenal dengan nama "Batik Mega Mendung".


Batik mega mendung sendiri merupakan perkembangan dari pola batik trusmi. Biasanya, batik ini memiliki ciri khas berupa bentuk gumpalan-gumpalan mirip awan berwarna biru atau merah.

Batik Trusmi ini merupakan ciptaan dari Pangeran Cakrabuana, salah satu cucu dari Sunan Kalijaga yang tinggal di daerah Cirebon.


Untuk Anda para pecinta anime, pastinya akan langsung heran ketika melihat pola batik trusmi untuk pertama kalinya. Karena motifnya sangat mirip dengan logo kelompok penjahat di anime Naruto yaitu Akatsuki, yang mana memang mengadaptasi dari motif batik Trusmi.

4. Motif Batik Parang

Dikutip dari Wikipedia, motif batik parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Batik ini sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura yang daerahnya kini menjadi Solo.


Bisa dibilang, batik parang ini berada di daerah yang dekat dengan batik keraton. Sehingga banyak orang yang sering tertukar satu dengan lainnya, walaupun kedua motif batik ini sangat berbeda.

Motif batik parang memiliki bentuk seperti huruf S yang terus menyambung dari ujung ke ujung. Beberapa orang juga menganggap bentuknya seperti sebuah ombak di samudra.


Makna filosofis dari batik parang ini adalah semangat yang tidak pernah padam. Bentuk motif yang tidak putus juga menggambarkan sebagai upaya untuk selalu memperbaiki diri, membentuk tali silaturahmi yang tidak pernah putus, serta memperjuangkan kesejahteraan.

5. Motif Batik Pekalongan

Di antara semua motif batik yang ada di Indonesia, bisa dibilang batik dari Pekalongan punya motif yang paling berwarna.

batik pekalongan

Di Indonesia, Kota Pekalongan memiliki gelar sebagai Kota Batik sekaligus pernah diberi penghargaan sebagai kota paling kreatif oleh UNESCO. Hal ini dikarenakan produksi batik pekalongan tidak pernah berkurang setiap tahunnya. Bukan hanya itu, masyarakat Pekalongan juga sangat kreatif dalam membuat pola batik hingga berhasil menarik minat orang-orang dari luar negeri.

Batik pekalongan sendiri memiliki banyak jenis, di antaranya:

  • Jlamprang

  • Liong

  • Sawat

  • Tujuh Rupa

  • Terang Bulan

Dan setiap jenis batik punya makna filosofis masing-masing.


Contohnya pada batik liong yang memiliki ciri khas berupa elemen naga di dalamnya. Hal tersebut menggambarkan sebagai sebuah kekuasaan. Selain itu, naga di dalam batik liong juga selalu ditemani dengan burung phoenix yang menggambarkan keindahan dan kehidupan yang nyata.


Baca juga: 5 Ciri - ciri batik tulis yang perlu diketahui

6. Motif Batik Bali

Motif batik dan filosofinya yang berikutnya ini datang dari salah satu daerah paling terkenal di Indonesia, yaitu Bali. Seperti yang Anda ketahui, kebanyakan kain batik dari bali digunakan untuk ikat kepala ketika menggunakan pakaian tradisional.


Dikutip dari Wikipedia, batik bali terdiri dari banyak unsur. Di antaranya:

  • Sekar Jagad

  • Teratai Banji

  • Poleng Biru

Batik bermotif sekar jagad menggambarkan keanekaragaman budaya dan masyarakat yang ada di Bali. Motif teratai banji merupakan sebuah gambaran dari kehidupan yang rukun dan damai bersatu dalam perbedaan. Sedangkan poleng biru artinya adalah sebuah keseimbangan dalam menjalani kehidupan di dalam keluarga maupun dengan orang lain.

7. Motif Batik Kalimantan

Motif batik dan filosofinya yang terakhir ini berasal dari Kalimantan. Seperti yang Anda ketahui, masyarakat Kalimantan sangat kental akan budaya dari suku Dayak, yang mana meliputi hampir seluruh daerah di Kalimantan pada masa itu.


Motif batik kalimantan pun memiliki pengaruh dari suku Dayak yang sangat besar. Mulai dari motifnya maupun makna filosofis di baliknya.


Contohnya pada batik Dayak atau batik Sungai. Sesuai dengan namanya, motif batik ini dibuat dengan menyerupai bentuk sungai yang terus mengalir dari hulu ke hilir.


Batik sungai juga memiliki elemen batang pohon garing. Pohon tersebut merupakan salah satu simbol kehidupan dalam suku Dayak.


Selain itu, terdapat pula elemen lainnya yang mana merupakan ciri khas lain dari Suku Dayak. Contohnya mandau sebagai senjata tradisional atau burung-burung yang sering ditemukan di daerah Kalimantan. Karena selain terpengaruh oleh suku dan tradisi masyarakat, batik dari Kalimantan ini juga memiliki banyak unsur flora fauna khas dari sana.

Seperti itulah ragam motif batik dan filosofinya yang perlu Anda ketahui. Ternyata, kain yang mungkin Anda pakai setiap hari memiliki arti yang sangat dalam tentang kehidupan. Jadi mulai sekarang, Anda bisa memilih kain batik dari mana yang sesuai dengan pikiran, isi hati, maupun perasaan pada saat itu.


2 tampilan