Apa itu Batik Tulis dan Jenis - Jenisnya

Diperbarui: Apr 2

Batik tulis merupakan salah satu ciri khas budaya dari nenek moyang bangsa Indonesia yang saat ini sudah mendunia. Bahkan dikutip dari Wikipedia, batik sudah dianggap sebagai salah satu warisan budaya tertua dari leluhur umat manusia yang terus dipertahankan secara turun temurun hingga saat ini.


Tak heran jika UNESCO sendiri sudah mengakui batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Sebab budaya ini sudah ditemukan di salah satu bangunan tertua dunia, yaitu Candi Borobudur.

Jadi sebagai masyarakat asli Indonesia, kita semua wajib bangga dan melestarikan batik dari tanah air sendiri. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari sejarah batik tulis, asal-usulnya, serta apa saja jenis batik yang ada di Indonesia.


Pengertian Batik Tulis


Jika diartikan secara bahasa, batik bisa diartikan sebagai kain lebar yang diisi dengan titik atau pola. Kata "batik" sendiri diambil dari bahasa Jawa yaitu ambhatik. "Ambha" artinya kain yang luas atau lebar, sedangkan "Titik" artinya titik-titik atau pola.


Artinya batik tulis adalah sebuah kain lebar dan berpola yang dibuat dengan cara ditulis. Beberapa dari Anda mungkin sudah pernah melihat proses pembuatan batik secara langsung maupun dari Youtube atau TV.

batik-tulis-indonesia

Sejak jaman dulu hingga saat ini, proses pewarnaan dan pembuatan batik tulis tetap sama. Yaitu dengan cara ditulis langsung oleh tangan para pengrajin batik. Meskipun sudah ada banyak mesin pencetak batik, tetapi cara tradisional ini terus dilestarikan generasi baru bisa terus mempelajarinya.


Bahkan harga kain batik tulis tradisional bisa dijual dengan harga 2x lebih mahal dibandingkan batik cetak. Dan pastinya, kain batik yang tulis manual ini eksklusif hanya ada 1 di dunia. Jadi pola yang Anda punya tidak akan diserupai oleh baju batik milik orang lain.


Sejarah Batik


Meskipun batik diakui sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia, namun sejarah batik sendiri masih menjadi perdebatan para sejarawan di dunia. Karena belum ada bukti pasti dari mana teknik batik tulis ini pertama kali dikembangkan ribuan tahun yang lalu.


Berdasarkan catatan sejarah, menghias kain dan membuat pola menggunakan lilin atau malam yang ditempelkan ke kain ditemukan di Mesir pada abad ke 4 sebelum masehi. Konon pada masa itu, masyarakat setempat menempelkan malam untuk membuat pola di kain pembungkus untuk mumi. Jejak tersebut menjadi salah satu asal-usul batik yang paling tua di dunia.


Kemudian di negara Asia lainnya, batik juga ditemukan pada jaman Dinasti T'an tahun 618-907 di China, jaman Nara tahun 645-794 di Jepang serta India. Sedangkan di Afrika, teknik membuat menghias kain yang sama juga digunakan oleh penduduk Suku Yoruba di Nigeria dan Suku Wolof di Senegal.


Di Indonesia sendiri, ada 2 pendapat mengenai masuknya teknik membatik ke dalam negeri. Seorang sejarawan Indonesia bernama F.A. Sujipto dan arkeolog asal Belanda bernama Jan Laurens Andries Brandes berpendapat bahwa kain batik merupakan asli dari masyarakat Indonesia. Tepatnya berasal dari penduduk Halamahera, Flores, Toraja, dan Papua.


Sedangkan G.P. Rouffaer, penjelajah asal Belanda, justru berpendapat bahwa batik diperkenalkan di Indonesia dari Srinlanka dan India. Pendapat lain juga mengatakan bahwa teknik membatik sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit yang berdiri di abad ke 11.


Jadi meskipun kata "batik" sendiri berasal dari bahasa Jawa, namun tidak banyak sumber yang mengatakan bahwa budaya ini berasal dari Jawa secara spesifik. Itulah mengapa ada banyak jenis batik yang tersebar di seluruh Indonesia, karena memang budaya ini berasal dari berbagai daerah di tanah air.


Baca juga: 12 tahapan dalam proses pembuatan batik tulis


Perbedaan Batik Tulis dan Batik Cetak


Seperti yang sudah dikatakan tadi, ada 2 cara membuat batik. Yaitu dengan cara ditulis langsung secara tradisional dan dengan cara dicetak.


Salah satu perbedaan yang paling terlihat dari kedua jenis batik ini adalah dari polanya. Umumnya, batik cetak atau batik cap menggunakan satu pola yang sama untuk memproduksi batik. Bahkan satu pola bisa digunakan untuk ribuan kain batik untuk baju, celana, maupun jenis pakaian lainnya.


pembuatan batik tradisional

Sedangkan untuk batik tulis, satu pola hanya digunakan untuk satu kain saja. Tak heran jika harganya lebih mahal dibandingkan batik cetak. Selain dari polanya, masih ada banyak lagi perbedaan batik cetak dan tulis. Di antaranya adalah:

  • Batik tradisional membutuhkan waktu hingga 6 bulan untuk diproduksi, sedangkan batik cetak bisa selesai dalam hitungan minggu atau hari

  • Batik modern umumnya memiliki pola yang mengikuti trend, sedangkan batik tradisional tetap mempertahankan pola-pola yang khas akan budaya tradisional

  • Harga batik cetak mulai dari 50 ribu hingga 300 ribu, sedangkan batik tradisional bisa dijual dari harga 500 ribu hingga 12 juta rupiah

  • Kain batik cetak cenderung lebih kasar jika dibandingkan dengan yang ditulis

Bahkan beberapa pengrajin dan pengusaha batik tidak menyebut batik cetak sebagai kegiatan membatik. Karena pada dasarnya, batik merupakan sebuah kegiatan membuat pola di permukaan kain dengan cara menempelkan lilin sesuai pola yang sudah dibuat.


Jenis Batik Berdasarkan Daerah Asalnya


Karena batik berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tentu tiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Oleh karena itu, Anda perlu tahu beberapa jenis batik paling terkenal berdasarkan daerahnya di bawah ini.


Batik Sidomukti

Salah satu jenis batik tulis yang paling terkenal di Indonesia yang pertama adalah batik Sidomukti. Salah satu ciri khas dari batik ini adalah pola yang berasal dari ornamen di alam seperti gunung, bunga, hewan, kupu-kupu, dan masih banyak lagi.


Batik jenis ini berasal dari daerah Jawa, tepatnya di daerah Solo, Jawa Tengah. Dan Sidomukti menjadi salah satu contoh batik tulis keraton asli yang masih ada hingga saat ini.


Batik Mega Mendung

Berikutnya ada batik yang berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya di daerah Cirebon. Yaitu batik Mega Mendung yang saat ini pesonanya sudah terdengar hingga ke luar negeri.


Salah satu ciri khas dari batik Mega Mendung adalah corak yang terinspirasi dari awan. Sebab kata "Mega" diartikan sebagai awan atau langit dan "Mendung" artinya meredup atau mau hujan. Pola batik ini juga memiliki ciri berupa 7 gradasi warna yang ada di permukaan kain.


Batik Bali

Jenis batik asal Indonesia yang satu ini pastinya sudah sering Anda lihat. Sebab batik Bali merupakan salah satu pola batik yang juga sudah terkenal ke banyak negara tetangga.


Meskipun daerah asalnya dari Bali, tetapi kain ini sudah bisa Anda temukan berbagai kota di Indonesia. Dan salah satu ciri khas dari kain ini adalah motif barong atau rangda yang merupakan salah satu legenda dari Bali.


Itulah dia sejarah batik tulis beserta pengertian dan jenis-jenisnya. Semoga dengan adanya artikel ini, Anda semua menjadi lebih mengapresiasi dan melestarikan budaya batik asli dari tanah air kita.


Di Krajan Batik, kami memproduksi kain Batik Tulis Indonesia khas Semarang yang dijadikan pakaian siap pakai untuk segala kebutuhan anda. Bila anda membutuhkan karya seni kami jangan ragu untuk mengunjungi kami di Jl. Wonodri Krajan 3 No.953, Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah.


baca juga : 5 Ciri - Ciri Batik Tulis Yang Perlu Diketahui


12 tampilan