5 Ciri - Ciri Batik Tulis Yang Perlu Diketahui

Diperbarui: Apr 2

Untuk tahu jenis batik apa yang Anda beli, ketahuilah apa saja ciri-ciri batik tulis yang dibuat secara tradisional. Karena faktanya, membuat batik di era modern ini bisa dilakukan dengan bermacam cara. Dan tentunya batik yang dibuat dengan cara ditulis manual memiliki harga yang paling tinggi dibandingkan cara lainnya.


Demi memenuhi permintaan pasar serta mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini, membatik kini bisa dilakukan dengan menggunakan cap atau stempel. Meskipun hasilnya tidak sebagus batik tulis, namun proses produksinya memakan waktu yang jauh lebih cepat.


Tetapi beberapa dari Anda mungkin hanya ingin menggunakan batik asli yang ditulis secara manual menggunakan canting. Jadi agar tidak salah pilih, Anda perlu tahu apa saja ciri-ciri batik tulis yang dibuat manual dan apa perbedaannya dengan yang dibuat secara modern.


baca juga: 12 Tahapan dalam proses pembuatan Batik tulis

ciri - ciri batik tulis

Jenis-Jenis Batik di Indonesia Berdasarkan Cara Membuatnya


Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, batik tulis bukan satu-satunya cara untuk membatik saat ini. Jadi sebelum membahas tentang ciri khas batik tulis, Anda perlu tahu dulu jenis batik yang ada di Indonesia.


Tetapi bukan jenis batik di Indonesia berdasarkan daerah asalnya. Karena kita semua tahu bahwa tiap daerah punya batik khasnya masing-masing. Justru kita akan membahas jenis batik berdasarkan kualitas dan cara membuatnya. Ada beberapa jenis batik: batik cetak, batik tulis, dan batik cap.


Batik Cap

Yang pertama adalah jenis batik cap, salah satu kain batik yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Sesuai dengan namanya, baik ini dibuat dengan cara di cap menggunakan alat tertentu yang bentuknya mirip setrika.


Proses pembuatan batik ini sebenarnya mirip dengan stempel. Jadi nantinya, pembatik akan menempelkan alat cap yang di bawahnya terdapat pola dari besi serta sudah dilapisi oleh malam ke kain polos. Kemudian akan terlihat lilin atau malam dengan bentuk sesuai cap tersebut di kain.


Prosesnya dilakukan terus menerus hingga seluruh kain dipenuhi oleh batik. Namun karena hanya menggunakan satu alat cap, biasanya batik ini memiliki pola yang monoton dari atas hingga bawah kain. contoh batik cap ini bisa Anda temukan di taplak atau kain batik untuk aksesoris.


Batik Cetak

Berikutnya ada jenis batik cetak atau batik print. Dibandingkan dengan batik cap, cara membuat batik yang satu ini jauh lebih modern karena tidak membutuhkan alat untuk membatik sama sekali. Bahkan prosesnya lebih mirip dengan membuat sablon pada baju atau kain dibandingkan dengan membatik.


Hanya saja, gambar dari sablon di kain ini memiliki desain berupa pola batik. Bahkan proses pembuatannya tidak membutuhkan malam atau lilin. Melainkan cukup dengan tinta kimia yang biasa digunakan untuk pewarna baju.


Beberapa seniman pembatik ada yang menganggap batik cetak sebagai kegiatan membatik. Meskipun begitu, permintaan akan batik printing di Indonesia ini tetap banyak.


Batik Tulis

Dikutip dari Wikipedia, batik tulis adalah jenis cara membatik yang paling tua dan pertama kali dikembangkan di Indonesia. Hingga saat ini pun alat yang digunakan untuk membuat batik tulis tetap sama, yaitu canting dan malam.


Motif dari batik tulis ini jauh lebih bervariasi dibandingkan jenis lainnya. Selain itu pola batik ini juga punya ciri khas yang berbeda-beda dari setiap seniman pembatik yang membuatnya.


Batik tulis juga bukan hanya dianggap sebagai kebutuhan industri tekstil dan pakaian biasa, tetap juga dianggap sebagai karya seni. Itulah mengapa, harga batik tulis selalu lebih mahal dibandingkan kedua jenis lainnya.


baca juga: apa itu Batik tulis dan Jenis-jenisnya


Ciri - Ciri Batik Tulis


Setelah tahu jenis batik berdasarkan cara pembuatannya, sekarang kita masuk ke pembahasan utama. Yaitu ciri-ciri batik tulis yang bisa Anda bedakan secara langsung ketika menyentuh kainnya. Dengan begitu, Anda tidak akan tertukar ketika ingin membeli batik untuk bahan baju maupun yang sudah dijahit.


1. Punya Bau Khas

Jika sebelumnya Anda pernah membeli kain batik tulis yang asli, pastinya bau kain ini sudah tidak asing di hidung Anda. Dan bau ini hanya bisa tercium di kain batik yang dibuat secara manual.


Jika dideskripsikan, bau batik ini mirip dengan bau lilin atau malam, bau pewarna, serta bau seperti kain yang dijemur di bawah sinar matahari langsung.


Bau ini juga hanya bisa tercium jika Anda membeli kain batik tulis bahan yang belum dijahit menjadi baju atau celana.


2. Tinta Batiknya Tembus Hingga ke Belakang

Ciri-ciri batik tulis asli yang berikutnya adalah memiliki pola yang bisa dilihat dengan jelas dari kedua sisi kain, depan maupun belakang. Hal ini bukan dikarenakan kain batik tulis terlalu tipis atau murahan.


Tetapi karena lilin yang keluar dari canting batik akan langsung terserap oleh kain hingga ke bagian belakangnya. Berbeda dengan batik cap yang lilinnya tidak bisa menembus ke bagian belakang kain seluruhnya karena proses yang terlalu cepat serta kurangnya tekanan dari alat cap tersebut.


Jadi silahkan lihat di balik kain batik tulis Anda. Jika motif atau polanya masih bisa terlihat jelas, dapat dipastikan kain tersebut merupakan batik tulis asli.


batik tulis dibuat menggunakan tangan

3. Punya Motif yang Tidak Monoton

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, motif batik tulis bisa dibuat seperti apa yang sang pembatik inginkan. Baik itu dengan pola bunga, hewan, pemandangan alam, laut, dan sebagainya. Berbeda dengan batik cap yang hanya bisa dibuat sesuai pola cap yang tersedia.


Batik cetak juga punya kesamaan dengan ciri-ciri batik tulis, yaitu punya motif yang tidak monoton. Tetapi tidak ada pola batik tulis yang 100% sama di setiap kainnya.


Sebab 1 pola batik tulis hanya dibuat untuk satu kain saja. Sedangkan di kain berikutnya, pembatik akan membuat sketsa pola baru dengan tema yang sama maupun berbeda.


4. Bagian Akhir Pola Selalu Lebih Tebal

Ciri-ciri batik tulis yang berikutnya adalah selalu memiliki garis atau titik yang lebih tebal di akhir pola. Hal ini dikarenakan ketika canting diangkat dari kain, lilin yang keluar menjadi lebih banyak.


Sehingga bagian yang tertutup malam juga menjadi lebih tebal dibandingkan garis-garis yang lain. Dan bukan hanya sebagai ciri-ciri batik tulis, bagian yang lebih tebal ini juga menjadi nilai tambah dari segi artistik. Sebab hal ini menandakan bahwa dibuat langsung oleh tangan manusia secara manual.


5. Harganya Jauh Lebih Mahal

Ciri-ciri batik tulis yang terakhir adalah harganya jualnya selalu lebih mahal dibandingkan jenis lainnya. Untuk ciri yang satu ini pastinya Anda sudah tahu alasannya dengan jelas.


Pengerjaan Batik tulis yang dibuat secara tradisional tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak dibanding batik yang dicetak langsung. Pembuatannya pun menggunakan tangan. Bahkan satu batik bisa memakan waktu lebih dari 1 minggu hingga bisa siap jual. Jadi tak heran jika harga kain batik ini bisa mencapai jutaan rupiah per kainnya.


Demikianlah ciri-ciri batik tulis yang menjadi tanda khas dari kain asli Indonesia ini. Jangan lupa untuk terus melestarikan warisan budaya ini dengan cara membiasakan menggunakan pakaian batik di kegiatan sehari-hari.


Krajan Batik menyediakan pakaian Batik Tulis yang bisa dipakai sehari- hari ataupun dalam acara tertentu. Bila anda berada di Semarang sempatkanlah mampir ke lokasi kami yang berlokasi di Jl. Wonodri Krajan 3 No.953, Wonodri, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50242.


Baca juga : 12 Tahapan dalam proses pembuatan batik Tulis


492 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua