9 Alat Untuk Pembuatan Batik Tulis - Melestarikan Tradisi Indonesia

Diperbarui: Apr 2

Beberapa dari Anda mungkin masih banyak yang belum tahu apa saja alat batik tulis yang digunakan oleh para seniman batik di Indonesia. Apalagi di era modern ini, semakin banyak generasi muda Indonesia yang bahkan tidak tahu bagaimana cara batik dibuat yang sebenarnya.


Kebanyakan justru hanya tahu batik dibuat dengan cara dicetak layaknya pola atau motif dalam kain dan baju lainnya. Padahal jauh sebelum ada mesin sablon atau mesin printing untuk baju, kain batik sudah lebih dulu dibuat dan dipakai oleh masyarakat Indonesia,


Oleh karena itu demi melestarikan agar tidak punah, dalam artikel ini kita akan mempelajari bersama apa saja alat batik tulis dari jaman dulu hingga sekarang.


indonesian-batik


Pengertian Batik Tulis

Sebelum membahas tentang alat membatik dan fungsinya, kita pelajari dulu sedikit tentang batik tulis. Dikutip dari Wikipedia, batik tulis adalah salah satu teknik membuat batik yang paling lama di Indonesia bahkan di dunia.


Teknik batik ini pertama kali dikembangkan sejak abad ke 12, atau tepatnya ketika kerajaan Majapahit masih berdiri. Sumber lain mengatakan bahwa batik juga menjadi salah satu media persebaran agama Islam di Nusantara.


Salah satu bukti peninggalan dari batik tulis yang paling lama adalah dalam sebuah ukiran arca Pradnyaparamita yang mana memiliki motif batik di area bagian bawahnya. Arca Pradnyaparamita sendiri ditemukan di daerah Jawa Timur dan diperkirakan dibuat pada abad ke 13.


Berbeda dengan batik cap atau batik cetak, jenis batik tulis ini dibuat secara manual oleh para seniman pembatik tanpa bantuan dari alat modern apapun. Mulai dari pembuatan pola atau motif batik, hingga proses pemberian warna dan penjemuran kain.


Oleh karena itu, harga dari kain batik tulis juga jauh lebih mahal dibandingkan jenis-jenis batik lainnya.


Alat-Alat Batik Tulis

Seperti yang sudah dikatakan tadi, tidak ada banyak perubahan antara alat batik tulis jaman dulu maupun yang digunakan saat ini. Sebab meskipun sudah berganti era, namun cara membuat batik tulis tetap menggunakan alat-alat tradisional yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah apa saja alat batik tulis dan fungsinya.


1. Kain Mori

Kain mori merupakan media utama untuk membuat batik tulis. Berbeda dengan kain lain, kain mori ini memiliki permukaan yang sedikit lebih kasar. Karena bahan pembuat kain mori adalah kapas yang telah melewati proses pemutihan.


Beberapa daerah mungkin punya kain khusus yang digunakan untuk membatik. Namun kebanyakan daerah di Jawa, khususnya Jawa Barat dan Jawa Tengah, menggunakan kain mori untuk media membatik.


Sebab kain ini harganya terjangkau, dijual dalam keadaan putih polos, serta bisa menyerap malam dengan relatif cepat. Sedangkan di daerah lain, kain yang digunakan biasanya adalah kain rayon, kain sutera, dan lain-lain.


2. Pensil dan Kertas

Meskipun media membatik itu adalah kain, tetapi seniman pembatik pun tetap butuh pensil dan kertas untuk membuat pola. Umumnya mereka membuat pola di kertas yang ukurannya sama dengan ukuran kain.


Sehingga nantinya, proses pemindahan pola dari kertas ke kain menjadi lebih cepat tanpa harus melakukan banyak improvisasi dan penyesuaian dari media yang berbeda.


Kemudian pensil yang digunakan juga bukan pensil 2B seperti yang biasa untuk menulis. Tetapi pensil HB yang ketebalannya lebih tipis dan lebih mudah dihapus di kertas maupun kain.


3. Tjanting

Untuk Anda yang belum tahu, alat yang digunakan untuk membuat batik adalah tjanting. Alat ini terbuat dari bambu dan kayu serta aluminium atau besi di bagian depannya.


Canting adalah salah satu alat yang sudah digunakan selama ratusan tahun oleh para seniman pembatik di Indonesia. Alat ini terus diturunkan dari generasi ke generasi meskipun sudah ada cara membuat batik yang jauh lebih cepat dan modern.


Di Indonesia sendiri ada banyak jenis canting yang digunakan. Mulai dari yang memiliki jarum tunggal, 2 jarum hingga 3 jarum. Selain itu ukuran lubang jarum canting juga bervariasi. Mulai dari yang besar hingga yang setipis jarum untuk benang.


canting
image copyright by wikipedia

4. Lilin atau Malam

Alat batik tulis yang berikutnya adalah malam, lilin, atau wax. Umumnya lilin batik terbuat dari banyak bahan alami. Mulai dari getah tanaman, minyak atau lemak hewani, hingga sarang lebah yang sudah tidak memiliki madu.


Lilin ini kemudian dilelehkan dan dimasukan ke dalam canting. Kemudian canting digerakan mengikuti pola yang ada di kain mori.


Fungsi lilin dalam proses membuat batik tulis adalah untuk menjaga kain agar tidak terkena cairan pewarna. Dengan begitu, motif di kain batik tersebut bisa terlihat lebih mencolok karena punya warna berbeda dari warna latarnya.


5. Kompor dan Kuwali Kecil

Untuk melelehkan lilin agar bisa dimasukan ke canting, seniman batik biasanya menggunakan kompor dan kuwali kecil. Beberapa tempat membatik ada yang masih menggunakan kompor kayu demi mendapatkan suhu yang stabil dan menambah kesan tradisional.


Tetapi kebanyakan pembatik saat ini sudah menggunakan kompor gas portable yang jauh lebih mudah untuk digunakan serta tidak memakan banyak tempat.


Sedangkan untuk kuwalinya, disesuaikan dengan jumlah pembatik yang bekerja dalam waktu bersamaan. Umumnya satu kuwali kecil bisa digunakan untuk 2 hingga 3 pembatik bersama.


6. Dingklik

Dingklik merupakan alat batik tulis yang sifatnya optional atau tambahan. Karena alat ini merupakan bangku kecil yang terbuat dari kayu untuk para pembatik agar bisa duduk dengan nyaman. Tetapi tidak sedikit pula seniman pembatik yang lebih memilih duduk di lantai agar lebih mudah.


7. Bandul

Bandul merupakan alat batik tulis yang berfungsi untuk menjadi pemberat. Karena kain merupakan media yang sangat ringan dan mudah bergerak ketika tertiup angin, seniman batik membutuhkan bandul untuk menjaga kain bisa tetap diam.


Bandul ini bisa terbuat dari kayu, besi, atau ganjalan lainnya. Selama benda tersebut berat dan bisa menahan kain tanpa merusak permukaannya.


8. Gawangan

Gawangan adalah alat yang digunakan untuk menggantung kain ketika sedang diberi malam. Pada jaman dulu, alat ini dibuat dari bambu atau kayu yang mudah dipindahkan kemana pun.


Namun kini gawangan sudah banyak dibuat dari besi atau material metal lainnya agar lebih tahan lama.


9. Zat Pewarna

Alat batik tulis yang terakhir adalah pewarna pakaian sintetis maupun organik. Kebanyakan pewarna yang digunakan untuk batik adalah wantex. Sebab harganya terjangkau, hasilnya bagus, serta ada banyak pilihan warnanya.


Wantex juga sering digunakan untuk bahan pembuatan kain atau motif baju lainnya. Salah satu contohnya adalah untuk jumputan dan ikat-celup atau tie dye.


Demikianlah kumpulan alat batik tulis yang digunakan dari jaman dulu hingga saat ini. Sebagai masyarakat asli Indonesia, Anda wajib tahu dan terus melestarikan budaya ini agar tidak hilang dimakan zaman.


141 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua