5 Ciri Khas Batik Pekalongan Yang Terkenal

Batik pekalongan merupakan salah satu kain batik asli Indonesia yang paling terkenal. Bahkan saat ini sudah ada museum khusus yang memamerkan berbagai macam kain batik dari Pekalongan dari masa ke masa yang dibuka untuk masyarakat umum.

batik pekalongan

Batik memang merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Bahkan kain ini sudah dianggap sebagai salah satu warisan budaya dunia yang wajib dijaga dan dilestarikan.


Meskipun Indonesia memiliki banyak ragam kain batik dari berbagai daerah dan memiliki ciri khasnya masing-masing, kain batik dari Pekalongan dianggap punya hal yang membuatnya menjadi semakin spesial. Salah satunya adalah karena setiap kain selalu dibuat dengan motif yang unik, menarik dan penuh makna.


Untuk lebih jelasnya, mari kita mengenal kain batik pekalongan lebih dalam lagi dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Mengenal 7 Macam Motif Batik dan Filosofinya

Sejarah Batik Pekalongan

Dikutip dari tulisan di The Jakarta Post, kain batik dari Pekalongan sudah ada sejak abad ke 12. Walaupun tidak ada catatan sejarah resmi mengenai kapan dan siapa yang pertama kali menemukan kain jenis ini, namun sejarah mengenai keberadaan kain baik di Pekalongan pada abad ke-12 cukup jelas.


Catatan tersebut tertulis dalam salah satu riwayat sejarah yang ditulis pada jaman Dinasti Song di China. Salah satu saudagar pada masa itu pertama kali mengunjungi kota yang disebut Pukalong.

Mereka menyebutkan bahwa masyarakat Jawa hidup bersama raja (keraton) dengan dibalut kain hasil tenun yang penuh warna dan motif.


Hal tersebut menjadi satu-satunya bukti bahwa Pekalongan sudah memiliki kain batik sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggunakan kain batik.


Untuk Anda yang belum tahu, pada masa itu Kota Pekalongan sangat terkenal dengan wine yang menggunakan kelapa sebagai bahan utamanya. Oleh karena itu, ada banyak saudagar dari berbagai negara yang datang ke Pekalongan untuk berdagang ataupun bertukar sumber daya yang mereka miliki.


Namun produk coconut wine ini sudah tidak ditemukan lagi, baik karena kondisi alam Pekalongan yang jadi semakin tandus maupun karena produk alkohol sudah dilarang diperjual-belikan di Indonesia.


Di tahun 2014, Pekalongan menjadi negara paling kreatif pertama di Asia Tenggara yang diakui oleh UNESCO. Hal ini juga disebabkan karena kepopuleran dan kreatifitas masyarakat Pekalongan dalam membuat kain batik.

Didirikannya Museum Batik Pekalongan

Pada tahun 1972, tepatnya pada tanggal 12 Juli 1972, Museum Batik Pekalongan pertama kali diresmikan oleh negara. Berdasarkan Wikipedia, bangunan dari museum ini awalnya merupakan balai kota yang didirikan sejak sekitar tahun 1906.


Sesuai dengan namanya, disini Anda bisa melihat berbagai macam motif kain batik asli dari Pekalongan. Mulai dari yang desainnya paling sederhana dan banyak dilihat, hingga yang paling rumit dan limited edition.

batik tulis premium

Ciri Khas Desain Batik Pekalongan

Setiap batik yang ada di Indonesia memang memiliki ciri khasnya masing-masing. Termasuk juga batik dari daerah Pekalongan ini.


Oleh karena itu, berikut ini kita akan membahas apa saja ciri khas batik pekalongan yang telah membuat banyak orang jatuh hati.

1. Memiliki Perpaduan Warna Cerah

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, perpaduan warna cerah menjadi hal pertama yang langsung menarik mata saudagar dari China ketika pertama kali melihat kain batik yang digunakan oleh masyarakat Pekalongan.


Salah satu faktor mengapa banyak batik pekalongan yang berwarna cerah adalah karena kain ini menggambarkan kondisi daerah pesisir yang mana selalu disinari oleh matahari hampir sepanjang tahun.

2. Kebanyakan Memiliki Motif Bunga

Walaupun desain dan motif di setiap kain batik selalu beda, namun batik dari Pekalongan selalu memiliki elemen bunga di dalamnya. Baik sedikit maupun banyak, selalu ada bentuk atau pola bunga di permukaan kain tersebut.


Beberapa orang menganggap motif bunga pada kain batik ini bisa membantu membuat tubuh pemakainya jadi terlihat lebih kecil. Walaupun hanya sekedar ilusi, namun faktanya hal ini membuat banyak orang merasa senang ketika memakai baju batik dari Pekalongan.


Tidak sedikit yang benar-benar mencari baju batik jenis ini hanya untuk terlihat lebih langsing.

3. Memiliki Banyak Elemen Titik dan Garis

Selain memiliki motif bunga, batik dari Pekalongan juga memiliki banyak elemen titik dan garis di dalam desainnya. Hal ini membuat desain kain batik jadi terlihat lebih padat, ramai dan lebih hidup.

Menambahkan banyak elemen titik dan garis juga membuat pola batik seakan saling berhubungan satu dengan lainnya.

4. Memiliki Elemen Binatang dari Mitologi Tiongkok

Meskipun batik pekalongan sudah ada sebelum saudagar dari Dinasti Song datang ke daerah tersebut, namun kebanyakan batik modern dari Pekalongan memiliki elemen binatang yang biasanya berasal dari mitologi Tiongkok. Salah satu yang paling banyak ditemui adalah elemen burung phoenix dan naga di setiap desain baju.

Hal ini bisa jadi disebabkan karena pengaruh Tiongkok untuk masyarakat Pekalongan pada masa itu. Mengingat ada banyak sekali saudagar dari negeri China yang berdagang ke Indonesia, tidak terkecuali ke Pekalongan.

5. Mayoritas Bermotif Jlamprang

Jlamprang merupakan sebutan untuk sebuah motif kain batik yang memiliki titik-titik simetris. Hal ini membuat kebanyakan kain batik dari Pekalongan terlihat seperti memiliki desain 3 dimensi.

Motif Jlamprang ini juga menjadi salah satu alasan mengapa harga kain batik ini sangat mahal. Karena proses pembuatan motif seperti ini sangat sulit, apalagi jika harus dilakukan secara manual tanpa teknologi modern seperti komputer.

Baca juga: Melihat Penggunaan Batik dalam Kreasi Modern


Makna Di Balik Setiap Motif Batik Pekalongan

Batik dari pekalongan memiliki makna yang berbeda-beda untuk setiap motifnya. Namun ada beberapa kain yang paling terkenal dan memiliki makna filosofis sangat dalam di baliknya.


Yang pertama adalah batik jlamprang. Kain batik ini memiliki makna yang berhubungan dengan gaya hidup dan kebudayaan umat Islam, yang mana harus saling menjalin silaturahmi dengan sesama saudara dan selalu hidup rukun satu dengan yang lainnya.


Kemudian ada batik yang memiliki elemen burung phoenix. Kain batik tersebut memiliki makna filosofis berupa bentuk keagungan sekaligus keindahan. Biasanya, elemen burung phoenix ini selalu ditemani dengan elemen liong atau naga, yang mana punya arti sebagai simbolisasi kekuasaan.


Beberapa kain batik pekalongan juga punya motif sayap di dalamnya. Hal ini mengartikan sebuah harapan agar siapapun pemakai kain tersebut bisa mendapatkan pertolongan dalam hidupnya maupun dalam melakukan aktifitas sehari-hari.


Dan yang terakhir adalah motif tujuh rupa dalam kain batik dari Pekalongan. Elemen ini menjadi bentuk akulturasi dan pertukaran budaya antara China dan Indonesia.

Seperti itulah penjelasan mengenai batik pekalongan mulai dari sejarahnya, hingga ciri khas dan makna dibalik setiap motifnya. Meskipun Anda bukan warga Pekalongan, namun tidak ada salahnya mempelajari lebih jauh mengenai kain batik ini. Karena batik pekalongan sudah menjadi budaya Indonesia yang wajib dilestarikan.


20 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua