Mengenal Budaya di Jawa Tengah Melalui Fashion

Terdapat berbagai budaya Jawa Tengah yang masih bisa diakses hingga saat ini karena masyarakatnya yang sadar untuk tetap menjaga dan mempertahankan kebudayaan setempat. Contoh kebudayaan Jawa Tengah adalahi pakaian pakaian, peninggalan bangunan bersejarah, bahasa daerah, kesenian dan sebagainya. Nah, pada kesempatan kali ini akan membahas pakaian adat jawa tengah. Jadi, bagi Anda yang ingin mengenal fashion pada budaya jawa tengah pastikan untuk menyimak informasi di bawah ini sampai selesai.

Mengenal Budaya di Jawa Tengah Melalui Fashion

Baca juga: Mengenal Tentang Adat Pernikahan Jawa Tengah


Pakaian Budaya Jawa Tengah

Baju tradisional dalam budaya Jawa Tengah pada umumnya sering ditemui dalam berbagai acara adat yang bersifat sakral seperti pernikahan atau upacara adat lainnya. Tidak bisa dipungkiri jika pakaian adat ini merupakan ikon fashion yang bisa dijadikan daya tarik Jawa Tengah di tengah era modern ini. Berikut adalah 5 pakaian adat Jawa Tengah


1. Kebaya Jawa Tengah

Semua daerah di Pulau Jawa memiliki jenis pakaian yang disebut kebaya namun setiap daerah memiliki ciri khas dan karakter kebayanya masing-masing. Ciri khas dari kebaya Jawa Tengah dapat dilihat dari jenis kain yang digunakan. Pada umumnya kain bludru warna hitam menjadi pilihan utama masyarakat untuk membuat kebaya yang akan dikenakan pada upacara pernikahan.


Kebaya Jawa Tengah tidak hanya dipakai saat hari besar saja namun juga bisa digunakan saat hari-hari biasa. Tetapi masyarakat pengguna kebaya untuk kegiatan harian biasanya menggunakan kebaya yang kainnya berbahan dari kain katun.


2. Jawi Jangkep

Bisa dibilang kain bludru warna hitam merupakan ciri khas dari pakaian tradisional di Jawa Tengah. Pasalnya Jawi Jangkep yang notabene adalah pakaian adat resmi Jawa Tengah menggunakan jenis kain tersebut. Pada bagian atasan, baju adat menggunakan kain bludru dengan detail dan ornamen warna emas. Hal ini berlaku untuk pakaian wanita dan pria.


3. Beskap

Berdasarkan sejarah, beskap pernah menjadi bagian dari Jawi Jangkep tetapi lambat laun masyarakat mulai menggunakannya secara terpisah. Warna kain yang digunakan beskap pun masih menggunakan warna hitam. Bedanya dengan Jawi Jangkep, Beskap menggunakan kain yang sedikit lebih kaku sehingga pada bagian kerahnya dapat berdiri lurus tanpa lipatan.


4. Kanigaran

Jenis pakaian adat jawa tengah yang satu ini memiliki sejarah. Dahulu, kangiran hanya digunakan oleh Raja karena menimbulkan kesan agung dan mewah. Tetapi pada zaman sekarang, pakaian ini kerap digunakan masyarakat pada hari-hari besar seperti upacara pernikahan. Pakaian adat Kanigaran pada setelan atas berupa beskap yang dibuat dengan kain bludru dengan detail tambahan menggunakan sulaman berwarna emas. Sedangkan setelan bawahannya menggunakan jarik.


5. Kain Batik

Mengenal Budaya di Jawa Tengah Melalui Fashion

Kain batik memiliki peran penting pada pakaian adat Jawa Tengah. Hal ini terjadi karena kain batik dapat dipasangkan dengan jenis baju tradisional yang lain. Motifnya yang bermacam-macam dapat memperindah nilai estetika baju adat Jawa Tengah. Motif batik khas Jawa Tengah antata lain adalah Batik Sido Wirasat, Batik Grageh Wuluh, Batik Cakar Ayam, Batik Parang Kusumo, Batik Kawung Picis, Batik Truntum dan sebagainya. Selain sebagai bawahan baju adat resmi, kadang kain batik digunakan sebagai kemben atau jarik.


Baca juga: Motif-Motif Batik Nusantara Yang Paling Populer


Demikianlah informasi mengenai budaya jawa tengah khususnya dari segi pakaian. Jika Anda tinggal di wilayah kota dan ingin menggunakan pakaian tradisional namun tetap terlihat modern maka menggunakan baju batik adalah solusinya. Anda bisa menemukan berbagai jenis pakaian batik dengan corak beragam di Krajan Batik.




18 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua